15 Desain Warung Kopi Sederhana Di Kampung LOW BUDGET!

Anda ingin mendesain warkop (warung kopi) seperti di pedesaan yang nyaman namun unik? Beberapa bentuk rancangan warkop simple di perkampungan berikut dapat Anda jadikan sebagai rujukan dan juga inspirasi.

Di era sekarang ini, sangat banyak kafe atau kedai-kopi di berbagai daerah, baik itu wilayah perkotaan maupun pedesaan. Kafe-kafe tersebut hadir dengan berbagai ciri khasnya masing-masing. Umumnya warkop-warkop tersebut memiliki sebuah konsep yang ditonjolkan. Misalnya kafe yang menyajikan suasana dan desain interior yang unik dan modern. Ada juga yang menonjolkan cara menyajikan kopi yang unik dan atraktif, ada yang menyediakan spot foto yang instagrammable dan kekinian, dan masih banyak lagi konsep atau tema yang lainnya. Pada intinya masing-masing warung kopi ingin memberikan kesan kepada konsumennya agar selalu diingat.

Namun, yang kami amati masih agak jarang sebuah warung kopi dengan konsep warung sederhana sebagaimana warkop di kampung atau pedesaan. Tentu saja jika Anda ingin membuat sebuah warung kopi dengan konsep seperti itu, akan menjadikannya unik dan pasti berkesan bagi pelanggan Anda. Berikut ini akan kami hadirkan beberapa referensi dan contoh warkop-warkop yang terdapat di pedesaan yang dapat Anda amati, serta Anda tiru baik konsepnya maupun cara penataan komponen-komponen warungnya!

Ada 3 konsep utama yang kami sajikan di sini, tentu hanya dengan 3 konsep ini nantinya dapat Anda kembangkan serta modifikasi agar sesuai dengan keinginan dan budget Anda.

1. Desain Warung Kopi Sederhana Di Kampung Dominan Kayu

Konsep desain warkop sederhana dominan kayu disini merupakan tema yang pertama kami sajikan. Jadi bentuk fisik dari warkop di sini hampir 90% terdiri dari bahan kayu. Baik sebagai kerangka warung, maupun untuk dindingnya. Warung kopi simple ini dibuat dengan dimensi yang kecil dimana hanya sebuah sisi warung saja yang ditutup oleh kayu, sebagaimana dinding, sedang untuk sisi-sisi yang lainnya didesain terbuka.

Dan sebagai tempat duduk bagi para pelanggan, disediakan kursi yang ukurannya tinggi.

Sebagai media penerangan, warung sederhana ini sebaiknya menggunakan lampu petromak agar suasana pedesaannya didapatkan. Karena jenis lampu ini adalah lampu khas yang umumnya hanya terdapat di kampung-kampung atau desa-desa. Selain itu lampu petromak memiliki tingkat keterangan yang cukup tinggi, sehingga cukup untuk menerangi seisi warung simple ini.

2. Desain Warung Kopi Sederhana Di Kampung Dengan Bilik Dan Bambu

Sedikit berbeda dari desain konsep di atas, warung kopi berikutnya ini terbuat dengan dinding bilik. Dan sebagai tempat duduk pelanggan, disediakan kursi, dan juga meja, serta lantai lesehan yang menggunakan material dari bambu.

Desain warung kopi sederhana ini selain memiliki konsep yang unik, juga dapat menghemat biaya dan budget Anda. Jadi sangat cocok konsep warung ini dipakai oleh Anda yang ingin membuat suatu usaha warung kopi, namun dengan anggaran dan budget terbatas.

3. Desain Warung Kopi Sederhana Di Kampung Kombinasi Bilik, Kayu, dan Bambu

Ide rancang bangun warung yang berikutnya yaitu kombinasi dari kedua konsep yang telah disebutkan sebelumnya. Desain warkop kali ini memanfaatkan komponen bilik, kayu, tak ketinggalan bambu sebagai bahan materialnya yang utama.

Sebagaimana kami sajikan foto di artikel ini, warung sederhana ini memiliki dinding yang berupa paduan antara anyaman yang eksotik dan juga bambu yang dirangkai secara unik dan penuh nilai seni.

Kayu digunakan sebagai penguat dan penopang utama di rancangan warung sederhana ini. Selain itu, kayu juga digunakan sebagai meja atau bangku karena konsep ini tidak menggunaka meja plastik.

Tentunya Anda dapat membayangkan kan? Jika berada di dalam warung sederhana ini Anda akan serasa berada di sebuah dusun kecil dan menikmati segelas kopi. Pasti menyenangkan!

Berikut ini beberapa contoh desain warung kopi sederhana hasil modifikasi dari 3 konsep di atas!











 

Demikian ide dan inspirasi desain warung kopi sederhana di kampung yang dapat Anda tiru.

No comments:

Post a Comment